7 Contoh Kasus Pelanggaran HAM Di Indonesia dan Penjelasannya

KABARMEDANKU.com – Tiap tanggal 10 Desember, dunia mengingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM). Karena itu, kita jangan lupakan kasus pelanggaran HAM. Apakah sudah kamu ketahui contoh kasus pelanggaran HAM di Indonesia?

Melihat catatan riwayat, Indonesia sebagai salah satunya negara yang mempunyai lumayan banyak kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia.

Contoh kasus pelanggaran HAM di Indonesia salah satunya Tragedi  G30S/PKI, Petrus, Tragedi Trisakti, s/d Pembunuhan Munir.

Ada dua tipe pelanggaran HAM, yaitu pelanggaran HAM berat dan pelanggaran HAM ringan.

Pelanggaran HAM berat sebagai perlakuan yang menyalahi hak asasi seorang atau barisan dan mengakibatkan tercabutnya hak itu.

Contoh kasus pelanggaran HAM berat ialah kejahatan kemanusiaan yang mencakup pembunuhan, perbudakan, penindasan sampai cacat, apartheid, dan genosida.

Dan contoh kasus pelanggaran HAM ringan ialah perampokan, pencemaran nama baik, penghinaan, pengancaman, kontak fisik ringan, dan perlakuan yang merintangi inspirasi.

Apakah Yang dimaksud Dengan Pelanggaran Hak Asasi Manusia?

Pelanggaran hak asasi manusia ialah tiap tindakan seorang atau barisan orang tergolong petugas Negara baik tersengaja atau tidak tersengaja atau kelengahan yang menantang hukum mengurangi, merintangi, batasi, dan atau mengambil hak asasi manusia seorang atau barisan orang yang ditanggung oleh undang-undang…

Berikut contoh kasus pelanggaran HAM di Indonesia dan dunia yang dapat kamu dalami.

Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia

1. Pembunuhan Munir (2004)

7 Contoh Kasus Pelanggaran HAM Di Indonesia dan Penjelasannya

Kasus Pembunuhan Munir sebagai kasus pelanggaran HAM yang sampai sekarang belum tersudahi karena masih jadi mistis.

Munir Said Thalib sebagai seorang aktivis HAM yang bela keluarga korban Penculikan Aktivis 97/98.

Di tahun 2004, Munir meninggal dalam pesawat arah Amsterdam karena diracun memakai senyawa arsenik.

2. Bom Bali I dan II(2002 dan 2005)

7 Contoh Kasus Pelanggaran HAM Di Indonesia dan Penjelasannya

Bom Bali sebagai tindakan terorisme yang terhitung dalam salah satunya kasus pelanggaran HAM berat.

Tindakan pengeboman ini terjadi 2x, Bom Bali I terjadi pada 12 Oktober 2002 dan Bom Bali II terjadi pada 1 Oktober 2005.

✅Baca Juga:  Begini Cara Cek Status E-KTP Secara Online Dengan Mudah?

Bom Bali I meletus di Kuta dan mengakibatkan 202 orang meninggal dan 209 beberapa luka.

Pada Bom Bali II, ada 3 buah bom yang meletus, yaitu satu di Kuta dan dua di Jimbaran.

Tragedi kedua ini tewaskan 23 orang (4 pelancong asing dan tiga aktor) dan 196 orang beberapa luka.

3. Tragedi Semanggi I dan II (1998-1999)

7 Contoh Kasus Pelanggaran HAM Di Indonesia dan Penjelasannya

Kasus pelanggaran HAM selanjutnya ialah Tragedi Semanggi yang disebut dua serangkaian peristiwa protes warga pada Sidang Spesial MPR yang menyebabkan meninggalnya rakyat sipil

Tragedi Semanggi I terjadi pada 11-13 November 1998 dan mengakibatkan 17 masyarakat sipil meninggal.

Dalam pada itu, Tragedi Semanggi II terjadi pada 24 September 1999 dan mengakibatkan 12 orang meninggal (1 mahasiswa) dan 217 korban beberapa luka.

4. Penculikan Aktivis 97/98 (1997-1998)

7 Contoh Kasus Pelanggaran HAM Di Indonesia dan Penjelasannya

Tragedi Penculikan Aktivis 97/98 sebagai operasi penghapusan orang secara paksakan, terutamanya pada beberapa aktivis pro-demokrasi mendekati Pemilu 1997 dan Sidang Umum MPR 1998.

Tragedi ini menyebabkan satu orang meninggal, 11 orang mendapatkan siksaan berat, 23 orang lenyap, dan 19 orang kehilangan kemerdekaan fisiknya.

5. Tragedi Trisakti (1998)

7 Contoh Kasus Pelanggaran HAM Di Indonesia dan Penjelasannya

Tragedi Trisakti sebagai salah satunya kasus pelanggaran HAM di Indonesia yang selalu diingat.

Pada 12 Mei 1998, terjadi kejadian penembakan pada mahasiswa pengunjuk rasa di Trisakti yang menuntut Soeharto turun dari kedudukan presiden.

Ada 4 orang mahasiswa yang meninggal dalam tragedi itu, yaitu Elang Mulia Lesmana, Hafidhin Royan, Hendriawan Sie, dan Hery Hartanto.

6. Pembunuhan Marsinah (1993)

7 Contoh Kasus Pelanggaran HAM Di Indonesia dan Penjelasannya

Marsinah ialah seorang pekerja pabrik dan aktivis pada jaman Orde Baru yang meninggal karena penganiayaan.

Di tanggal 3-4 Mei 1998, Marsinah dan beberapa rekannya lakukan demo karena pabrik tempatnya bekerja tidak meningkatkan gaji sama sesuai selebaran gubernur Jawa Timur.

Di siang tanggal 5 Mei, 13 rekan Marsinah diamankan Kodim Sidoarjo atas dakwaan penghasutan ke beberapa pekerja supaya tidak masuk kerja.

✅Baca Juga:  Menu makanan sehat 30 hari untuk menurunkan berat badan

Beberapa rekannya mendapatkan desakan untuk memundurkan diri. Marsinah juga tiba ke Kodim untuk bertanya di mana kehadiran beberapa rekannya.

Malamnya, Marsinah lenyap dan tidak ada yang mengetahui kehadirannya.

Marsinah baru diketemukan di tanggal 8 Mei 1993 pada kondisi wafat dan berdasar hasil autopsi dia alami penganiayaan berat.

7. Pembersihan PKI (1965-1966)

7 Contoh Kasus Pelanggaran HAM Di Indonesia dan Penjelasannya

Terkait dengan dibunuhnya 30 jenderal dalam kejadian 30 September 1965 (G30S/PKI), pemerintah Orde Baru menunjuk PKI sebagai biang keroknya.

Saat itu, pemerintah melancarkan operasi pembersihan PKI dan simpatisannya untuk membubarkan organisasi komunis tersebut.

Komnas HAM memprediksi ada sekitaran 500 ribu sampai tiga juta masyarakat meninggal terbunuh dalam operasi itu.

Contoh Hak Asasi Manusia

Sebagaimana dijelaskan di atas, hak asasi manusia bersifat universal, tidak dapat dibagi, primer, permanen, dan tidak dapat diganggu gugat.

Berikut empat contoh hak asasi manusia:

Hak Pendidikan

Tiap anak memiliki hak tempuh pendidikan sesuai tingkatannya. Misalkan dimulai dari SD sampai SMA atau SMK. Anak memiliki hak mendapat pendidikan yang pantas dan sesuai yang diharapkan tanpa desakan.

Hak Hidup

Setiap manusia memiliki hak memiliki keluarga, meneruskan turunan, dan mendapat faedah dari ilmu dan pengetahuan dan tehnologi. Hak hidup termasuk juga pelindungan dari semua wujud perlakuan kekerasan, perbudakan, dan diskriminasi.

Hak Mengeluarkan Masukan

Manusia juga mempunyai kebebasan untuk keluarkan gagasannya. Langkah menyampaikan masukan ini harus dilaksanakan sebagus mungkin dan mematuhi ketentuan yang berjalan.

Hak kebebasan memiliki pendapat ini jadi hak dasar yang dipunyai oleh tiap manusia. Jangan ada faksi yang hapus atau ambil hak itu.

Hak bebas Memeluk Agama

Sama dengan hak yang lain, juga manusia mempunyai kebebasan untuk memeluk agama sesuai kepercayaannya masing-masing, tanpa elemen desakan.

Manusia juga mendapatkan hak yang setingkat untuk melaksanakan ibadah sesuai kepercayaannya, tanpa elemen desakan serta atau diskriminasi.

✅Baca Juga:  Mengapa Kamu Harus Mendaftar Volunteering Sebelum Lamar Kerja

Pada intinya semua hak asasi manusia memiliki kandungan karakter universal, masih tetap, tidak bisa dipisah, utama, dan tidak bisa dilanggar.

Selainnya empat contoh di atas, masih tetap ada wujud hak asasi manusia yang lain, yaitu hak politik, hak memperoleh tugas, dan lain-lain.

Apa Unsur Yang Mendorong Berlangsungnya Pelanggaran Hukum?

Sikap tinggi hati yang dipunyai seorang menjadi pemicu dari pelanggaran hukum. Ini muncul karena orang itu berasa tinggi hati hingga tidak takut pada hukum yang berjalan. Lingkungan pertemanan yang buruk menjadi pemicu munculnya pelanggaran hukum.

Ciri-ciri HAM

Beberapa ciri HAM yakni:

1. Memiliki sifat hakihat, maknanya hak asasi manusia ialah hak asasi semua umat manusia yang telah ada semenjak lahir.

2. Dengan menjadi universal, hak asasi manusia berlaku untuk semua orang, tanpa memandang status, etnis, jenis kelamin atau ketidaksetaraan lainnya.

3. Memiliki sifat tidak bisa ditarik, maknanya hak asasi manusia bisa ditarik dan diberikan.

Apakah yang Dimaksud Dengan Ciri hakiki?

Hak asasi manusia memiliki sifat hakiki. Ini menjadi satu diantara beberapa ciri dasar HAM yang paling penting.

Maknanya hak asasi dipunyai oleh semua manusia dan telah dipunyai secara automatis semenjak lahir.

Maknanya hak asasi manusia tidak bisa ditiadakan atau diambil oleh faksi lain secara sepihak.

Perbedaan Kasus HAM Berat dan Ringan

Pelanggaran HAM Ringan mencakup: pukulan, penindasan, pencemaran nama baik, menghambat orang untuk ekspresikan gagasannya dan hilangkan nyawa seseorang, sementara itu pelanggaran HAM Berat mencakup: Kejahatan Pembunuhan Masal (Genocida), Kejahatan Pada Kemanusiaan (Crimes Against Humanity), Kejahatan Perang (War Crimes), dan The Crime of Aggression.

Dapatkan update harian dan update berita pilihan dari Medanku.com. Bergabunglah dengan grup Telegram “Medanku.com Berita Terupdate”. Klik link https://t.me/kabarmedanku untuk bergabung. Pertama, Anda perlu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.