Ciri dan Karakter Fisik Nabi Muhammad (saw)

Wajah Nabi

Wajah Nabi cantik, menarik dan bulat. Kapanpun dia senang, wajahnya bersinar terang seperti bulan purnama, tapi akan berubah menjadi merah saat dia marah.

Jika keringat muncul di wajahnya, manik-manik berkilau seperti mutiara, dan aroma keringatnya mengalahkan bau musk.

Pipi Nabi lembut, dahinya lebar, dan alisnya tipis dan melengkung. Matanya lebar, dengan pupil hitam, sedangkan yang putih bercampur merah. Dia memiliki bulu mata yang tebal dan panjang.

Pangkal hidung Nabi tinggi dan berkilau. Mulutnya lebar, dan ada celah di antara setiap giginya. Giginya cerah, tampak seperti hujan es kecil saat dia tersenyum, dan berkilau saat dia berbicara.

Jenggot Nabi berwarna hitam, tebal dan lebat, menutupi sebagian besar dadanya. Beberapa uban terlihat di lobus telinga dan dagu.

Kepala, Leher dan Rambut

Nabi (saw) memiliki kepala besar di leher yang panjang. Rambutnya sedikit keriting, dan dia memakainya dibelah tengah. Kadang-kadang dia mempertahankan rambutnya begitu lama hingga menyentuh kedua bahunya, sementara di lain waktu rambutnya jatuh tepat di atas daun telinganya. Dia memiliki beberapa uban di kepala dan janggutnya.

✅Baca Juga:  Nabi Muhammad (saw): Kehidupan Sebelum Wahyu

Anggota badan

Nabi (saw) berperawakan besar dengan siku besar, bahu, lutut dan pergelangan tangan. Telapak tangan dan pakannya lebar. Lengannya berat dan berbulu, tumit dan betisnya ringan. Dia memiliki bahu berbulu yang lebar, tetapi dadanya lebar dan tidak berbulu, dengan hanya sebaris rambut dari dada ke pusarnya.

Bangun dan Perawakan

Nabi (saw) bertubuh sedang, tidak gemuk atau kurus. Dia memiliki tubuh yang lurus. Meskipun dia tidak terlalu tinggi, dia lebih tinggi dari kebanyakan pria.

Keharuman

Beberapa Sahabat Nabi telah menyebutkan sebuah wewangian, lebih manis dari parfum manapun, yang berasal dari tubuh Nabi. Anas berkata: “Aku tidak pernah mencium musk atau parfum lain yang semanis aroma Nabi.” Jabir berkata: “Aroma Nabi bertahan setelah dia pergi, dan kita dapat mengetahui jalan mana yang telah dia ambil dengan menghirup udara.” Jika Nabi kebetulan berjabat tangan dengan siapa pun, harumnya akan tetap ada pada orang itu sepanjang hari. Ketika dia merentangkan tangannya di atas kepala seorang anak, orang lain akan melihat baunya pada anak itu. Ummu Sulaim biasa mengumpulkan sebagian dari keringat Nabi dalam botol kecil dan mencampurnya dengan parfum.

✅Baca Juga:  Cerita dan Kisah Nabi Adam AS

Kiprah Nabi

Nabi (saw) adalah seorang yang gesit dan memiliki langkah yang tegas. Dia akan bangkit dengan tersentak dan berjalan dengan cepat namun mulus, seolah-olah sedang menuruni lereng. Dia akan berbalik dengan cepat dan anggun.

Nabi (saw) sepertinya tidak pernah lelah ketika dia berjalan, dan tidak ada yang bisa mengikutinya. Abu Hurairah berkata, “Saya belum pernah melihat orang yang berjalan secepat Nabi. Tampak seolah-olah bumi menggulung dirinya sendiri saat dia berjalan. Kami akan melelahkan diri saat berjalan bersamanya, sementara dia akan melanjutkan perjalanan dengan mudah. ​​”

Karakter

Nabi (saw) biasanya tampak ceria, dan dia suka tersenyum. Bahkan ketika yang lain bersikap kasar padanya, dia tidak pernah kasar dan kasar. Dia tidak pernah meninggikan suaranya di pasar.

Jika dihadapkan pada pilihan antara dua pilihan, Nabi akan selalu memilih yang lebih mudah, asalkan tidak mengarah pada dosa. Di atas segalanya, dia menghindari dosa atau apapun yang mengarah pada ketidaktaatan kepada Allah. Dia tidak pernah membalas dendam atas setiap pelanggaran yang dilakukan terhadap dirinya sendiri, tetapi ketika kehormatan Allah dipertaruhkan, dia pasti akan menghukum pelanggar.

✅Baca Juga:  Cerita dan Kisah Nabi Adam AS

Seperti yang telah kita lihat selama kejadian-kejadian dalam hidupnya, Nabi sangat murah hati, berani, kuat dan luar biasa sabar. Tidak pernah vulgar atau cabul, ketidaksukaannya pada sesuatu terlihat di wajahnya. Dia tidak pernah menatap langsung pada siapa pun, dia juga tidak pernah memelototi siapa pun dengan ketidaksenangan. Dia tidak pernah menegur hambanya, dia juga tidak pernah mendengar mengatakan sesuatu tentang siapa pun.

Bahkan sebelum penunjukannya sebagai Rasulullah, Nabi (saw) dikenal sebagai ” Al-Ameen ” (Yang Terpercaya). Dia selalu menepati janjinya, dan tetap rendah hati bahkan dalam kemenangan. Dia menghormati ikatan kekerabatan, menghadiri pemakaman kerabat dan sahabatnya. Dia duduk dengan orang miskin dan membutuhkan, dan menerima undangan yang diberikan kepadanya dari budaknya. Di puncak kekuasaannya sebagai kepala negara Islam, dia hidup sederhana. Dia tidak pernah berusaha mengalahkan orang lain dalam menyajikan makanan kaya atau mengenakan pakaian mahal.

Leave a Reply

Your email address will not be published.