Investasi Reksadana Syariah Adalah? Inilah Penjelasannya

KABARMEDANKU.com – Investasi di reksadana syariah semakin banyak diburu oleh masyarakat, terutama yang mencari investasi berbasis syariah dibandingkan dengan investasi tradisional.

Karena banyaknya permintaan tersebut, berbagai pilihan investasi syariah semakin bermunculan, salah satunya Reksa Dana Syariah.

Produk investasi Reksa Dana Syariah ini kini mulai disukai masyarakat. Dengan basis syariah, investor pasti lebih nyaman dan tenang dalam berinvestasi.

Lantas, apa perbedaan reksa dana tradisional dan reksa dana syariah?

Sebenarnya konsepnya hampir sama. Namun perbedaan antara keduanya terletak pada sistem atau peraturan yang berdasarkan syariat Islam.

Dengan demikian, Investasi Reksadana Syariah adalah suatu kegiatan dimana seorang manajer aset menghimpun dana dari pemilik modal (investor) untuk dikelola dalam suatu portofolio. Dan prinsip yang digunakan adalah prinsip Syariah Islam.

Karena penggunaan prinsip Syariah Islam, dana yang diinvestasikan tidak boleh dikelola dalam bentuk menyelam ke produk-produk haram seperti perjudian, minuman kertas, hiburan tidak bermoral, dll. Juga, tidak boleh ada riba dalam dana kelolaan.

✅Baca Juga:  Berikut 5 Cara Mudah Mengenali ciri-ciri Emas Palsu

Instrumen keuangan yang biasa digunakan untuk berinvestasi di Reksadana Syariah adalah surat berharga Pasar Modal Syariah seperti obligasi dan saham Syariah yang sudah masuk dalam daftar Syariah, dan Pasar Uang Syariah seperti Sertifikat Investasi Mudavara Antar Bank.

Manfaat dan Risiko Investasi Reksadana Syariah

Berbicara tentang manfaat dan risiko, berinvestasi di reksadana syariah juga sangat mirip dengan investasi tradisional.

Keduanya Rp. Ada beberapa reksadana syariah yang bisa Anda lakukan dengan modal kecil 100.000, namun tetapkan nilai investasi yang lebih tinggi.

Jika demikian, alasan banyak orang menggunakan investasi reksadana syariah adalah karena lebih aman dan terpercaya dibandingkan jenis investasi lainnya.

✅Baca Juga:  4 Inilah Perbedaan Investasi Saham dan Trading Saham

Mengapa aman dan terpercaya? Hal ini dikarenakan pada umumnya perusahaan yang dapat dibiayai melalui reksadana memiliki struktur permodalan yang cukup baik. Rasio hutang 45% : 55%

Namun… Masih ada risiko yang terlibat dengan investasi ini. Ya, reksadana syariah memiliki risiko yang sama dengan reksadana tradisional.

Penurunan nilai aset bersih, default manajer investasi (default ini adalah ketika perusahaan asuransi yang mengasuransikan aset reksadana tidak segera membayar kompensasi dari jumlah asuransi ketika terjadi kesalahan), situasi politik dan ekonomi negara juga mempengaruhi . Risiko reksadana dan keterlambatan pengeluaran juga bisa menjadi risiko investasi ini.

Proses Pemurnian Reksadana Syariah

Terkadang dana investasi publik pertama kali dikumpulkan dalam jumlah besar. Penagihan ini dilakukan di bank kustodian. Nah, biasanya bank kustodian adalah bank umum. Dengan kata lain, minat datang belakangan.

✅Baca Juga:  Bagaimana Cara Menjadi Investor Penuh Waktu?

Proses pemurnian ini adalah untuk memurnikan dan kemudian memisahkan resultan dari endapan tersebut (bunga).

Proses likuidasi juga dilakukan apabila Manajer belum menjual saham yang dibeli dari perusahaan yang telah dikeluarkan dari Daftar Efek Syariah (DES).

Jadi bagaimana? Tertarik berinvestasi di Reksadana Syariah?

Setiap investasi memiliki pro dan kontra. Namun bagi yang sedang belajar berinvestasi, #Reksadana adalah solusi terbaiknya. Modal ringan, sistem mudah, Anda sudah bisa berinvestasi.

Untuk Pembahasan Tentang Investasi Kamu Bisa Baca Lebih Lanjut disni: kabarmedanku.com

Dapatkan update harian dan update berita pilihan dari Medanku.com. Bergabunglah dengan grup Telegram “Medanku.com Berita Terupdate”. Klik link https://t.me/kabarmedanku untuk bergabung. Pertama, Anda perlu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.