Pahami Penyebab Mesin Mobil Cepat Panas

KABARMEDANKU.com – Pahami penyebab mesin mobil cepat panas. Tidak jarang bepergian dengan Mobil. Sayangnya, pengemudi seringkali kurang memperhatikan kondisi mesin. Akibatnya, mobil mudah  cepat panas.

Penting untuk mengetahui penyebab overheating dan mesin mobil cepat panas agar mobilitas tidak terhambat di kemudian hari. Tentu saja, masalah utama overheating adalah di bawah kondisi mesin yang optimal. Jika Anda terus mengabaikannya, Anda akan melihat masalah serius dengan mobil.

Masalah yang lebih serius adalah mobil dalam kondisi ini akan jatuh harga dan kemungkinan besar tidak akan dijual dengan harga yang baik.

Untuk menghindari masalah ini, ada baiknya mengetahui penyebab mesin mobil cepat panas.

1. Masalah Selang Radiator

Setelah sirkulasi udara dan cairan radiator, mesin mobil cepat panas. Kini giliran selang bermasalah yang menyebabkan mobil overheat. Selang tersebut berfungsi untuk mengalirkan cairan pendingin ke komponen radiator lainnya.

Selang yang rusak atau sobek dapat menyebabkan kebocoran cairan radiator. Meninggalkan selang tanpa pengawasan dapat menimbulkan risiko yang lebih besar. Jumlah cairan pendingin akan berkurang lebih cepat dan selang akan mulai meledak karena terlalu panas.

Solusinya harus segera diganti dengan yang baru. Pilih bahan karet yang tebal. Biaya penggantian selang adalah Rp. Mulai dari Rp.200.000 Sangat bervariasi, hingga 400.000. Serahkan pembelian selang radiator mobil Anda pada ahlinya, hanya panjang dan diameter yang Anda butuhkan.

✅Baca Juga:  Review Motor Honda CB500X Versi Terbaru 2021

4. Kipas Radiator

Sistem pendingin mobil membutuhkan kipas radiator (disebut juga kipas mesin) untuk pendinginan. Karena sabuk penggerak mesin, kipas bergerak dan mobil secara otomatis menjadi terlalu panas ketika tautan putus.

Sabuk yang terus-menerus terkena cipratan minyak pada akhirnya akan rusak. Hal ini dikarenakan panas yang dimiliki oleh oli membuat belt semakin rapuh dan putus. Jika sabuk kipas radiator putus, pompa power steering dan alternator juga akan berhenti bekerja.

Hal ini juga yang menyebabkan sensor pendingin mobil menjadi rusak karena ECU (Electric Control Unit) tidak dapat membaca sinyal dengan baik. Alhasil, jika kipas radiator mati, mesin mobil cepat panas.

5. Kegagalan Termostat

Termostat merupakan salah satu komponen yang dapat memanaskan mesin mobil dengan cepat. Fungsinya sendiri adalah untuk mengatur cairan pendingin pada mesin mobil.

Meski ukurannya kecil, perannya sebenarnya cukup besar. Salah satunya menjaga kestabilan suhu mobil.

Termostat dibagi menjadi dua katup logam yang berbeda, yang membuka dan menutup. Kontrol air panas dan dingin di radiator mobil. Untuk membuat mobil lebih lincah.

Stagnasi pada si kecil mengganggu sirkulasi air radiator, akibatnya mesin terus memanas. Bahan bakar juga lebih cepat dikonsumsi. Segera ganti termostat dengan yang baru. Kisaran harga Rp. Mulai dari Rp 300.000 350.000.

✅Baca Juga:  5 Tips Merawat Electrick Power Steering Agar Tahan Lama

6. Bagian Head Mesin

Komponen kepala mesin yang rusak juga menjadi penyebab mesin mobil terlalu panas. Padahal, ada banyak bagian yang berperan penting dalam sebuah mobil.

Namun, pembahasan akan difokuskan pada sistem pendingin. Salah satu komponen yang sering menyebabkan panas berlebih adalah tidak berfungsinya packing head silinder.

Packing cylinder head sendiri berfungsi sebagai pembatas antara cylinder head dengan oli, air dan gas yang terletak di blok mesin. Kebocoran gasket dapat disebabkan oleh jarak tempuh mobil, panas berlebih, dan kerapuhan.

Kebocoran cylinder head packing, fitur air radiator berminyak pertanda oli dan coolant tercampur. Dalam hal ini, tindakan perbaikan untuk perbaikan diperlukan. Sulit untuk diperiksa karena posisi cylinder packing terjepit di antara blok mesin dan kepala silinder.

7. Sirkulasi air radiator

Penyebab pertama mesin mobil panas adalah sirkulasi air di radiator tersumbat. Penyumbatan bisa disebabkan oleh karat atau kotoran yang menumpuk pada gril radiator mobil Anda. Munculnya karat sebenarnya berasal dari pompa air karena Anda salah menggunakan pendingin.

Selain itu, jika fan belt dilepas, dapat menyebabkan panas berlebih di area ini dan menghentikan sirkulasi udara di radiator. Akibatnya, mobil menjadi lebih cepat panas, yang berbahaya bagi pengemudi.

✅Baca Juga:  Suzuki GSX-R1000R Phantom, Gagah dan Galak

8. Cairan Radiator

Fungsi cairan radiator sebagai pendingin mesin mobil adalah untuk menjaga suhunya tetap terjaga secara optimal. Peran utama radiator sendiri adalah untuk meredam panas di dalam silinder mesin saat pembakaran.

Inilah sebabnya mengapa pendingin harus memiliki ketahanan maksimum terhadap suhu tinggi.

Disarankan untuk mengganti air biasa atau kran dengan cairan radiator yang disebut coolant untuk menghindari penyebab mesin mobil terlalu panas.

Karena cairan pendinginnya bebas logam, cairan ini diproduksi secara khusus untuk mendinginkan mobil tanpa menimbulkan kerak.

Ada tiga jenis pendingin: Teknologi Inorganic Poisoning, Teknologi Asam Organik, dan Teknologi Asam Organik Hibrida, masing-masing dengan fungsi yang berbeda.

Pendingin udara itu sendiri mengandung 20-50% senyawa propilen glikol, sehingga dapat digunakan selama dua tahun dengan perkiraan jarak tempuh 48.000 km.

Radiator yang menggunakan air biasa harus diperiksa kondisinya setiap 5 minggu sekali. Jika Anda lupa, mobil bisa menjadi terlalu panas dan menyebabkan kebakaran.

Untuk Pembahasan Tentang Otomotif Kamu Bisa Baca Lebih Lanjut disni: kabarmedanku.com

Dapatkan update harian dan update berita pilihan dari Medanku.com. Bergabunglah dengan grup Telegram “Medanku.com Berita Terupdate”. Klik link https://t.me/kabarmedanku untuk bergabung. Pertama, Anda perlu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.