Pelajari Lebih Lanjut Tentang Sistem Pendidikan Indonesia

KABARMEDANKU.com – Sebagian orang mungkin tidak asing dengan sistem pendidikan pendidikan Indonesia. Secara umum, sistem pendidikan nasional dapat disebut sebagai wajib belajar 9 tahun, dimulai pada tiga jenjang atau pendidikan dasar (SD), pendidikan menengah (SMP), pendidikan tinggi (SMA/Kuliah).

Setiap sistem pendidikan yang ada di Indonesia pasti memiliki konsep yang berbeda-beda. Berikut beberapa perbedaan yang bisa kita lihat.

Sekolah dikelola oleh kementerian yang berbeda sesuai dengan tingkatannya. Untuk pendidikan dasar dan menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kebudayaan bertanggung jawab atas dua tingkat pendidikan.

Sedangkan pendidikan tinggi dikelola oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Sistem pendidikan Indonesia dirancang untuk memberikan sikap positif, meningkatkan pengetahuan akademik dan mengasah keterampilan setiap siswa dari bawah ke atas.

Bagaimana sistem pendidikan di Indonesia?

Indonesia saat ini memiliki sistem pendidikan nasional. Sistem harus diterapkan di semua tingkatan, jalur, dan jenis pelatihan. Salah satu program pendidikan terbaru di Korea adalah “wajib belajar 12 tahun”, yaitu 6 tahun sekolah dasar (SD), 3 tahun sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).

Ada tiga instansi pemerintah yang mengawasi sekolah. Pertama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pendidikan Menengah dan Dasar (Kemendikbud). Kedua, ada Kementerian Pendidikan Tinggi Bidang Riset Teknologi untuk jenjang pendidikan tinggi. Ketiga, Kementerian Agama di semua tingkatan berbasis agama.

Sistem pendidikan nasional bertujuan untuk membina karakter positif, memberikan pengetahuan akademik dan mengembangkan kemampuan siswa sejak dini.

Sistem Pendidikan yang diterapkan di Indonesia

Sistem pendidikan di Indonesia terbagi menjadi beberapa kategori. Salah satu yang banyak diterapkan adalah sistem berorientasi nilai.

✅Baca Juga:  Belajar Menulis Kesimpulan dalam Beberapa Langkah Mudah

Siswa menekankan bagaimana melatih dengan kejujuran, waktu dan tanggung jawab, dan sangat termotivasi untuk mencapai tujuan mereka. Untuk itu, siswa mengajar PkN dari jenjang pendidikan menengah hingga pendidikan tinggi.

Ada juga sistem yang menganut konsep pendidikan terbuka. Siswa dalam sistem ini harus bersaing dengan teman sebayanya untuk menjadi inovatif dan kreatif.

Tidak hanya itu, sistem pendidikan yang diterapkan di Indonesia juga cukup beragam. Sistem pendidikan negara juga terbagi menjadi beberapa bagian, mulai dari informal, informal dan formal.

Pada umumnya jam belajar yang tersedia diatur untuk memaksimalkan proses belajar anak prasekolah. Khusus untuk topik yang disampaikan kurang tepat karena waktunya terlalu singkat atau terlalu lama.

Oleh karena itu, sistem pendidikan ini dirancang khusus untuk membuat proses belajar mengajar lebih efektif. Dalam sistem pendidikan, ada kebutuhan untuk menyesuaikan kurikulum dengan perubahan zaman.

Tujuannya adalah untuk menyesuaikan keadaan pendidikan saat ini, mengevaluasi kinerja pendidik, meningkatkan sarana dan prasarana sekolah, dan banyak lagi.

Kami berharap upaya ini akan membuat sistem pendidikan Indonesia lebih kompetitif dan sejajar dengan negara-negara ASEAN lainnya. Sehingga siswa dapat memiliki pendidikan yang baik.

Apapun sistem yang diterapkan, tentunya kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan ilmu yang lebih kepada siswa kami. Dengan sistem pembelajaran yang tepat, siswa lebih kreatif, inovatif dan aktif terlibat dalam kegiatan belajar mengajar.

Kelebihan Sistem Pendidikan Indonesia

1. Biaya Pendidikan Terjangkau

Pelajar di negeri ini tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk fasilitas pendidikan. Negara sudah menanggung biaya ini.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, anggaran nasional yang dialokasikan untuk pendidikan (APBN) sebesar 20%. Jumlah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan visi nasional ‘pendidikan untuk kehidupan rakyat’.

✅Baca Juga:  Pelajari Teknik Seni Rupa 3 Dimensi dari Aplikasi Hingga Casting

Misalnya, total anggaran Indonesia tahun 2018 adalah Rp 2.200 triliun. Pemerintah Indonesia mencatat pada tahun 2018 mengalokasikan sekitar Rp 444.131 miliar untuk pendidikan nasional dalam APBN.

Persentase 20% tersebut sebenarnya tercantum dalam Lampiran XIX Perpres Tahun Anggaran 2018. Anggaran tersebut dibagi menjadi tiga alokasi: Rp melalui pembiayaan. 159.680 triliun melalui belanja pemerintah pusat.

Biaya Operasional Sekolah (BOS) tidak memperbolehkan sekolah memungut biaya dari wali siswa. Padahal, hanya pihak sekolah yang berhak meminta kepada wali murid untuk kekurangan dana jika pemerintah masih kekurangan dana yang disediakan sekolah.

2. Sistem Transparan

Dalam pendidikan Indonesia saat ini, sistemnya transparan. Hal ini memungkinkan orang tua untuk dengan mudah dan jelas mengawasi proses pembelajaran.

Wali siswa juga dapat berpartisipasi dalam mengembangkan kecerdasan dan keterampilan siswa itu sendiri berdasarkan proses pembelajaran di sekolah.

3. Kurikulum disusun Oleh Para Profesional yang Berpengalaman

Di masa lalu, kurikulum hanya ditulis oleh para ahli. Namun, dimulai dengan kurikulum 2013, guru sebagai praktisi juga dapat berpartisipasi dalam penyusunan kurikulum.

Selain itu, guru adalah orang yang terjun langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi materi yang diperlukan dan menggali bakat siswa.

4. Mudah untuk Mempertimbangkan Proses Penerimaan

Pemerintah saat ini sedang mendorong untuk menutup disparitas regional. Tidak ada lagi istilah “daerah terpencil”. Setiap sekolah didukung oleh pemerintah pusat dan daerah.

Tak perlu dikatakan, sistem zonasi baru-baru ini telah memastikan bahwa semua sekolah umum memiliki tanggung jawab dan hak yang sama. Tidak ada yang namanya “sekolah favorit”.

✅Baca Juga:  Deretan 10 Universitas Terbaik di Dunia

Di masa lalu, siswa terdaftar di sekolah yang dianggap unggul di masyarakat. Namun, dalam sistem zonasi yang baru diterapkan beberapa tahun terakhir, hanya wilayah dan usia yang dipertimbangkan dalam proses penerimaan siswa.

Siswa tidak diberikan persyaratan minimal lulusan TK.

Semua siswa yang terdaftar dalam sistem pendidikan ini dapat belajar di dekat tempat tinggal mereka.

Kekurangan sistem pendidikan di Indonesia

1. Distribusi Fasilitas Pendidikan yang Tidak Merata

Masih banyak daerah terpencil yang belum terjangkau fasilitas pendidikan. Siswa dan guru kekurangan peralatan sekolah dan ruang yang memadai. Selain itu, perpustakaan belum menyebar ke banyak daerah.

2. Fakultas yang Tidak Rata

Masalahnya bukan jumlah guru, tapi distribusinya. Sebagian besar anggota fakultas bekerja di daerah perkotaan. Sementara itu, daerah yang “tertunda” kekurangan jumlah guru yang berkualitas.

3. Kurikulum masih Bersifat Teori

Kurikulum Indonesia sejak awal hanya mengandalkan teori. Tidak banyak yang dapat dilakukan siswa setelah mereka menyelesaikan studi mereka. Masih banyak sekolah yang sedikit melakukan praktik langsung atau membekali siswa dengan soft dan hard skill.

Demikianlah pembahasan mengenai kelebihan dan kekurangan sistem pendidikan Indonesia. Kekuatan yang ada harus kembali dipertahankan atau ditingkatkan. Ada baiknya juga untuk memperbaiki kekurangan sistem pendidikan dan segera mencari solusi terbaik.

Dapatkan update harian dan update berita pilihan dari Medanku.com. Bergabunglah dengan grup Telegram “Medanku.com Berita Terupdate”. Klik link https://t.me/kabarmedanku untuk bergabung. Pertama, Anda perlu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.