Pelajari Tentang Kelenjar Sebaceous, bintik-bintik di Wajah Yang Sering Disalahartikan Sebagai Komedo

KABARMEDANKU.com – Pelajari Tentang Kelenjar Sebaceous, bintik-bintik di Wajah Yang Sering Disalahartikan Sebagai Komedo. Pernahkah Anda mendengar tentang kelenjar sebaceous dalam perawatan kulit?

Kelenjar sebaceous adalah struktur di kulit yang memainkan peran penting dalam pelumasan.

Kulit memiliki kelenjar sebaceous yang menghasilkan sebum, zat berminyak yang melumasi kulit. Kelenjar sebaceous seperti benang berjajar di dalam pori-pori. Struktur ini bisa memungkinkan sebum akan mengalir dari kelenjar sebaceous sampai permukaan kulit.

Kelenjar sebasea biasanya tidak terlihat jelas. Namun, ketika sebum berlebih diproduksi, struktur ini dapat terisi penuh dan tampak seperti pori-pori yang lebih besar. Faktanya, tidak banyak orang yang menganggap kelenjar sebaceous sebagai komedo.

Lalu apa bedanya dengan komedian? Untuk menjawab pertanyaan ini dan mempelajari cara menghilangkan kelenjar sebaceous, berikut penjelasan yang bisa Anda simak.

Perbedaan antara kelenjar sebaceous dan komedo

Kelenjar sebaceous bukanlah jenis jerawat, tetapi struktur normal kulit. Kondisi kelenjar sebaceous yang terkadang terlihat seperti pori-pori membesar dan gelap ini sering disalahartikan sebagai komedo.

Di sisi lain, komedo adalah jenis jerawat. Gangguan ini dapat disebabkan oleh produksi sebum yang berlebihan yang mengisi dan menyumbat kelenjar sebaceous.

Berikut adalah beberapa perbedaan utama antara komedo dan kelenjar sebaceous:

✅Baca Juga:  Kenali dan Rawat Ciri-ciri Kulit Sensitif Dengan Benar

Struktur

Komedo adalah penyumbatan di bagian atas pori-pori Anda yang dapat mencegah sebum keluar. Di sisi lain, kelenjar sebaceous adalah struktur tipis yang mengelilingi bagian dalam pori-pori dan tidak ada penyumbatan.

Perbedaan struktur ini membuat metode pengangkatan kelenjar sebaceous dan komedo berbeda.

Penampilan dan warna

Kelenjar sebaceous mungkin terlihat seperti bintik hitam di hidung Anda, tapi itu bukan komedo. Namun, bintik-bintik ini biasanya berpasir atau abu-abu muda.

Di sisi lain, komedo adalah permukaan pori-pori kulit yang tersumbat dengan warna gelap. Warna gelap ini disebabkan oleh agen penyumbatan yang teroksidasi oleh udara.

Ekstraksi

Meremas kelenjar sebaceous dapat menyebabkan sebum keluar atau tidak menghasilkan apa-apa. Di sisi lain, memeras komedo dapat menghilangkan penyumbatan dan menyebabkan sebum putih atau kuning dan sel-sel kulit terbentuk di bawahnya.

Apakah saya perlu mengangkat kelenjar sebaceous saya?

Kelenjar sebaceous memainkan peran penting dalam kulit. Jadi struktur ini harus dibiarkan apa adanya. Menggosok atau meremas dapat menyebabkan lebih banyak masalah pada kulit Anda, termasuk merusak kulit Anda, menyebabkan jaringan parut, dan bahkan menyebarkan bakteri ke bagian lain dari wajah Anda.

Banyak orang memilih untuk memijat kelenjar sebaceous untuk menghilangkannya. Ini tidak hanya tidak efektif, tetapi juga dapat merusak dan mengendurkan pori-pori kulit, membuatnya tampak lebih besar.

✅Baca Juga:  Cara Menumbuhkan Rambut Secara Alami, Mudah dan Cepat

Cara menghilangkan kelenjar sebaceous

Kelenjar sebaceous adalah struktur penting dari kulit. Jadi tidak ada cara untuk menghilangkannya sepenuhnya dengan produk perawatan kulit apa pun.

Namun, ada beberapa cara untuk menghilangkan kelenjar sebaceous dengan membuatnya tampak lebih kecil.

1. Penggunaan bahan perawatan kulit

Bentuk kelenjar sebaceous dapat disamarkan dengan menjaga pori-pori tetap bersih dan mengontrol sifat berminyak pada kulit wajah. Beberapa bahan dalam produk perawatan kulit yang membantu menjaga pori-pori tetap bersih dan mengurangi munculnya struktur ini meliputi:

Asam salisilat

Asam salisilat adalah salah satu bahan populer dalam produk pencuci muka dan krim jerawat. Asam ini bisa menjadi cara untuk menghilangkan kelenjar sebaceous dengan membantu mengurangi jumlah minyak di kulit dan mengurangi ukurannya.

Karena asam salisilat larut dalam lemak, ia menembus ke dalam sebum dan membantu membersihkan pori-pori. Bahan ini merupakan turunan dari aspirin, jadi orang yang alergi terhadap bahan ini sebaiknya tidak menggunakannya.

Minyak pohon teh (tea tree oil)

Minyak pohon teh adalah minyak esensial yang banyak digunakan untuk mengobati jerawat dan dapat membantu kondisi kulit berminyak. Namun, minyak ini memiliki risiko reaksi alergi yang lebih tinggi daripada minyak esensial lainnya.

✅Baca Juga:  Eksfoliasi Wajah: Manfaat, Jenis dan Cara Yang Tepat untuk Melakukannya

Benzoil peroksida

Benzoil peroksida adalah bahan dalam produk anti-jerawat yang membantu mengeringkan kulit dan membatasi jumlah minyak.

Menggunakan benzoil peroksida bisa menjadi cara untuk menghilangkan filamen sebum karena dapat mengurangi ukuran pori-pori dan membuatnya tampak tersamar.

2. Perlindungan dari sinar matahari

Paparan sinar matahari dalam waktu lama dapat memperbesar pori-pori wajah. Kondisi ini membuat kelenjar sebaceous tampak lebih jelas. Selain itu, paparan sinar matahari meningkatkan risiko kerusakan kulit.

Oleh karena itu, perlu dilakukan berbagai tindakan perlindungan untuk kulit dari sinar matahari. Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan:

  • Gunakan tabir surya yang bebas minyak dan tidak menyumbat pori-pori (non-comedogenic).
  • Kenakan pakaian yang menutupi kulit Anda saat Anda aktif di bawah sinar matahari.
  • Gunakan pelindung berupa payung, topi atau kacamata hitam.

Itulah informasi mengenai kelenjar sebaceous yang perlu Anda ketahui. Jika iritasi atau reaksi alergi terjadi setelah menggunakan kosmetik untuk menyempitkan kelenjar sebaceous, segera temui dokter.

Dapatkan update harian dan update berita pilihan dari Medanku.com. Bergabunglah dengan grup Telegram “Medanku.com Berita Terupdate”. Klik link https://t.me/kabarmedanku untuk bergabung. Pertama, Anda perlu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.