Produk Investasi Pasar Modal Syariah Yang Harus dipahami

KABARMEDANKU.com– Tidak hanya bank dengan sistem syariah tradisional, tetapi juga investasi pasar modal telah terbukti memiliki sistem pasar modal syariah.

Bisnis pasar modal sendiri memiliki beberapa produk syariah selain produk syariah tradisional. Sehingga ini bisa menjadi pilihan, terutama bagi umat Islam yang ingin berinvestasi dengan aman dan tenang di pasar modal.

Dalam hal ini Bursa Efek Indonesia telah menerbitkan beberapa instrumen pasar modal syariah berdasarkan DSN-MUI dan OJK.

Lantas, apa saja produk investasi di pasar modal syariah di Indonesia? Berikut ulasannya.

1. Dana Investasi Real Estat Syariah (DIRE)

Sesuai dengan Peraturan OJK No.30/POJK.04/2016, bentuk kontrak investasi kolektif pada Reksadana Real Estat Syariah adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari investor.

Dana tersebut kemudian diinvestasikan dalam aset real estat terkait real estat sesuai dengan prinsip syariah pasar modal.

2. Reksadana Syariah (ETF)

ETF syariah ini merupakan salah satu bentuk reksadana syariah di pasar modal. Unit penyertaan dicatat dan diperdagangkan seperti saham lainnya di BEI. Perdagangan ETF Syariah ini harus melalui anggota bursa dengan Sistem Online Trading Syariah (SOTS).

3. Efek Beragun Aset Syariah (EBA)

✅Baca Juga:  Inilah Cara Pilihan Investasi Pendidikan untuk Anak

Mengenai penerbitan dan persyaratan Efek Beragun Aset Syariah sesuai dengan OJK No.20/POJK.04/2015, ada dua jenis EBA Syariah.

Kontrak investasi kolektif EBA Syariah, antara perusahaan investasi kolektif dan bank wali amanat (KIK-EBAS)
EBA Syariah Peserta (EBAS-SP), diterbitkan oleh emiten dengan bukti kepemilikan dimiliki secara proporsional oleh sekelompok pemegang EBAS-SP.

4. Sukuk

Sukuk merupakan produk pasar modal syariah berupa sekuritisasi aset yang memenuhi prinsip pasar modal syariah. Sukuk ini diterbitkan dalam dua jenis.

Sukuk Negara yang sudah diterbitkan oleh pemerintah Indonesia yang didasari undang-undang nomor. Pada September 2008, terkait Surat Berharga Syariah Nasional (SBSN)

Sukuk Korporasi tunduk pada peraturan OJK no. 18 April 2005 POJK.04, Penerbitan dan Persyaratan Sukuk

Khusus untuk sukuk yang diterbitkan perusahaan, aset yang menjadi dasar sukuk tersebut tidak boleh bertentangan dengan prinsip syariah pasar modal dan terdiri dari:

Nilai keuntungan dari aset berwujud tertentu (baik yang sudah ada maupun yang sudah ada) (manafiul a’ayan)

  • Harta berwujud tertentu (a’yan maujudat)
  • Aset proyek tertentu (majudat masyru’mu’ayyan)
  • Layanan yang sudah ada atau tersedia (al kadamat)
  • Kegiatan investasi khusus (nasyath ististmarin Khashah)

5. Reksadana Syariah

Menurut POJK No.19/POJK.04/2015, reksa dana syariah adalah reksa dana sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal dan Peraturan Perundang-undangan yang pengelolaan dan pelaksanaannya tidak bertentangan dengan Prinsip Syariah.

✅Baca Juga:  Inilah Persyaratan dalam Membuka Deposito Bank Mandiri Syariah

RDS ini dianggap Syariah compliant jika kontrak, metode pengelolaan dan portofolio sesuai dengan Prinsip Syariah Pasar Modal dan Peraturan OJK.

6. Saham Syariah

Saham syariah yang dilaporkan di www.idx.co.id adalah surat berharga berupa saham yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah di lingkungan pasar modal.

Dalam konteks syariah, saham merupakan pengertian umum dari saham yang diatur oleh undang-undang dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lain-lain.

Ada dua jenis saham syariah yang ada saat ini dan diakui oleh pasar modal Indonesia. Saham syariah pertama adalah yang dinyatakan memenuhi kriteria pemilihan saham syariah sesuai dengan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2017 tentang kriteria dan penerbitan daftar efek syariah.

Saham kedua adalah saham yang telah dicatatkan sebagai saham syariah oleh emiten, yang juga dicatat oleh perusahaan publik syariah sesuai dengan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2015.

Ada beberapa kriteria pemilihan saham syariah yang ditetapkan oleh OJK sebagai berikut:

  • Penerbit tidak boleh melakukan transaksi yang dilarang oleh Syariah, seperti bisnis perjudian, permainan yang tergolong perjudian, transaksi tanpa penyerahan barang atau jasa, atau transaksi berdasarkan permintaan palsu. dan saran.
  • Selain itu, penerbit tidak menyediakan jasa keuangan riba seperti bank berbasis bunga dan perusahaan berbasis bunga (sewa).
  • Penerbit juga tidak memperdagangkan risiko dengan unsur ketidakpastian atau ketidakpastian, seperti barang atau jasa haram yang dilarang oleh DSN MUI, atau asuransi konvensional yang memproduksi, mendistribusikan atau memperdagangkan barang yang merugikan dan merugikan secara moral. Melakukan transaksi yang mengandung unsur rishiwa (suap).
  • Emiten memenuhi rasio keuangan tidak lebih dari 45% dari total aset dan tidak lebih dari 10% dari total uang berbasis bunga sebagai persentase dari pendapatan bunga kotor dan pendapatan non-halal lainnya.
✅Baca Juga:  4 Jenis Manfaat Investasi yang Cocok untuk Anak Muda

Dengan mengetahui pengertian pasar modal syariah dan produk investasinya, kita memiliki alternatif baru untuk investasi yang menguntungkan dengan beberapa manfaat dari prinsip syariah pasar modal.

Untuk Pembahasan Tentang Investasi Kamu Bisa Baca Lebih Lanjut disni: kabarmedanku.com

Dapatkan update harian dan update berita pilihan dari Medanku.com. Bergabunglah dengan grup Telegram “Medanku.com Berita Terupdate”. Klik link https://t.me/kabarmedanku untuk bergabung. Pertama, Anda perlu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.