Tesla dan BMW Bangun Struktur Rantai Suplai Berbasiskan Blockchain

Sejauh ini, mekanisme rantai suplai dikenali penuh dengan document berbasiskan kertas, yang sering merepotkan faksi penyuplai atau mediator. Untungnya, beberapa perusahaan terkenal mulai menginisiasi implementasi mekanisme rantai suplai berbasiskan blockchain untuk membenahi proses produksi rantai suplai. Salah satunya ada dua nama besar di bagian otomotif, yaitu BMW dan Tesla.

BMW sudah melaunching info mengenai project implementasi mekanisme rantai suplai berbasiskan blockchain namanya PartChain dalam operasi logistiknya. Saat itu, Tesla Inc sedang kerjakan pilot proyek yang mempunyai tujuan untuk menyiapkan info bill yang bisa lebih cepat dan tepat, sekalian lebih efektif. Sebetulnya, ini tidak heran, karena beberapa perusahaan besar seperti Walmart dan Nestle awalnya juga manfaatkan Blockchain sebagai sisi dari keterlibatan mereka pada project IBM Food Kepercayaan.

Makin menarik kembali, prosedur blockchain yang sama dipakai ialah Hyperledger Fabric. Sekarang ini, Hyperledge Fabric jadi prosedur yang menguasai dipakai oleh perusahaan yang bergerak di program rantai suplai.

Penataan Mekanisme Rantai Suplai Berbasiskan Blockchain

Sekarang ini, konsorsium berbasiskan blockchain yang ada ialah Global Shipping Business Network (GSBN). Saat sebelum dibangun secara remi, GSBN telah memperoleh legitimasi dengan cara resmi. Konsorsium ini terbagi dalam operator pengiriman lintasi-samudera jumlah besar, seperti CGM, CMA, Cosco Shopping Lines, OOCL dan lain-lain. Konsorsium ini beranggotakan operator terminal dermaga seperti Cosco Shipping Ports, PSA international, Port of Qingdao, Shanghai International Port Grup dan beberapa terminal yang lain.

✅Baca Juga:  Peningkatan Cryptocurrency: Kekuatan Besar Untuk Investor Pemula

Carco Smart memakai blockchain Hyperledger Fabric dan belakangan ini kerjakan sebuah pilot proyek dengan operator terminal Shanghai International Port Grup dan Cosco. Project ini searah dengan tren digitalisasi industri di proses rantai suplai yang umumnya sama dengan beberapa document kertas. Lewat pilot proyek ini, pengatasan document tak lagi dilaksanakan secara fisik, tetapi lewat blockchain.

Awalnya, perusahaan pengangkutan atau faksi dermaga ditambah dari mengecek dan bersihkan administrasi secara terpisah. Tetapi dengan support tehnologi blockchain, beberapa operator ini sekarang dapat menyaksikan data yang serupa di saat yang serupa, dan menandatanganinya tanpa permasalahan. Container yang berisi spare part Tesla dapat diberangkatkan bisa lebih cepat, karena support teknolonologi blockchain satu-pintu sama sesuai prosedur Hyperledger Fabric.

Pilot proyek ini secara tehnis disokong oleh Kargo Smart, sebuah penyuplai jalan keluar tehnologi pengatasan kiriman terkenal di Hong Kong. Kargo Smart memberikan dukungan Hyperledger Fabric untuk memberinya servis optimum untuk customer, yaitu Tesla, hingga customer bisa terima kiriman elemen kendaraan bisa lebih cepat dan tambah murah. Belakangan ini, Kargo Smart bahkan juga memaksimalkan aplikasinya untuk menyuguhkan info waktu seperti muat dan pelepasan dari terminal.

✅Baca Juga:  Struktur Kedaulatan Identitas dan Tehnologi Blockchain

Keuntungan dari Mekanisme Rantai Suplai Berbasiskan Blockchain

Seperti diulas di atas, support tehnologi blockchain memungkinkannya perusahaan terima kiriman elemen kendaraan lebih cepat, dengan ongkos yang lebih kecil juga. Disamping itu, GSBN mempunyai tujuan untuk percepat transformas digital di industri pengiriman. Konsorsium ini menggerakkan pengembangan tehnologi dan meningkatkan beragam jalan keluar lewat basis transisi data yang aman dan paling dipercaya.

Sama seperti dengan Tesla, BMW yang disebut produsen kendaraan motor paling besar ke-14 sedang kerjakan project untuk memakai blockchain dalam rencana memaksimalkan proses kerja mereka. BMW telah beberapa langkah semakin maju dengan melakukan inisitif blockchain sendiri namanya PartChain. Project ini menambahkan satu susunan extra pada proses penghimpunan data yang terkonfirmasi dan tidak dapat diubah-ubah oleh siapa saja.

Project pertama awalnya diprioritaskan untuk pendekatan, karena itu roadmap yang diatur meliputi bahan baku. Selanjutnya, basis ini diharap bisa sediakan data yang terbuka dan gampang dipelajari, dimulai dari tahapan penambangan sampai ke pabrik. Pergerakan ini direncanakan untuk percepat digitaliasi proses pembelian di BMW Grup, sama sesuai misi perusahaan, yaitu membuat basis terbuka yang memungkinkannya data untuk dipertukarkan dan dipisah secara aman dalam rantai suplai.

✅Baca Juga:  Apakah benar Up-date Algoritme Google Menyensor Kripto?

Kekuatan Implementasi Mekanisme Rantai Suplai Berbasiskan Blockchain

Sesunggihnya, tidaklah heran bila produsen kendaraan jumlah besar seperti Tesla dan BMW ada di garis depan dalam soal pengembangan dan kenaikan proses rantai pasoknya. Banyak faedah yang dijajakan dari pemakaian tehnologi blockchain, seperti mengirit ongkos, mempermudah pencarian data, dan tingkatkan transparan data. Semuanya jadi pendorong yang kuat untuk timbulnya pengembangan.

Pada Tahun 2018, konsorsium khusus, yaitu Mobility Open Blockchain Initiative (MOBI) dibangun secara bersama oleh BMW Grup dan 120 perusahaan otomotif besar, perusahaan angkutan, dan perusahaan tehnologi. Sasaran dari konsorsium ini di masa datang ialah sanggup menyambungkan lebih banyak beberapa perusahaan di jaringan yang serupa dan memakai tehnologi hebat terkini seperti Internet of Things (IoT), intelijensi bikinan (AI), GPS, tehnologi wireless 5G, dan blockchain sebagai batu loncatan dalam membuat masa datang yang tersambung. Mekanisme yang tersambung akan menolong merealisasikan transparan, kecepatan, dan ketepatan pengendalian data, dan meminimalkan risiko penyimpanan sepanjang proses rantai suplai.

Leave a Reply

Your email address will not be published.